Sabtu, 06 Februari 2010

FOR MY LOVE

Sayang, pernahkah engkau menatap ke angkasa dan melihat malam, malam yang begitu senyap, sunyi dan dikerudungi oleh kegelapan, tapi ketika sang bintang menampakkan dirinya pada malam, memancarkan sinarnya pada malam, memberi setitik cahaya dan selalu setia menemani saat malam telah datang menjemput, malam yang penuh kegelapan itu telah berlalu berubah dipenuhi berjuta cahaya kebahagiaan dan malam itu kini terlihat begitu indah.
Sayang, pernahkah engkau merasa bahwa engkau adalah salah satu dari bintang yang ada di taman langit hati yang tinggi di sana dan malam itu adalah aku dan masaku di waktu yang lalu saat kesepian mencekamku, engkau datang tiba-tiba dengan membawa berjuta cahaya dalam genggaman tanganmu lalu kau berikan pada jiwa gelapku, tanpa kau sadari engkau telah mencairkan hatiku yang telah lama beku di hamparan salju kehidupan yang begitu dingin, engkau juga telah melepaskanku dari belenggu kesunyian dan sekarang tanpaku rasa engkau pun telah menancapkan busur panah cintamu di kedalaman hatiku yang mungkin takkan pernah mampu tercabut oleh maut dan oleh apapun hingga akhir nafas dan zamanku. Oleh sebab itu ku memohon semoga setelah kita mati agar tangan Tuhan akan mempersatukan kita kembali.
Jujur ku katakan aku telah dimabuk cinta karena aku meminumnya melewati batas bibirku hingga ia pun keluar menelusuri pori-pori kulitku menuju ke dadaku menembus tulangku, membeku di hatiku dan bersemayam di jiwaku.
Sayang, aku mungkin bukan yang terindah yang pernah engkau lihat, aku mungkin bukan yang terbaik yang pernah engkau dapat, aku mungkin bukan yang kau temui dalam mimpi-mimpimu, aku mungkin juga bukan orang yang selalu ada di hatimu, tapi telah ku beri engkau semua yang kumiliki, mampukah dirimu juga memberiku segala isi dan rasa yang ada di hatimu.
Sayang, dahulu halaman hari yang ku tulis pada buku-buku kehidupanku yang di masa silam pada setiap tanggal waktu begitu penuh dengan malam-malam duka, hari yang penuh derita dan ketakutan mendapatkan tempat peristirahatan dalam istana kehampaan, aku korbankan hari-hari yang lewat dalam ruang gelap di mana yang menerangiku adalah sinar pengharapan. Aku mengisi halaman-halaman itu dengan kisah-kisah kekecewaan dan segala kesengsaraan, tetapi di ruang gelap itu aku masih sempat menegakkan patung cinta serta memujanya di lembah derita, sembari berharap di suatu waktu akan datang sesosok bidadari yang akan membebaskan aku dari rantai kehidupan dan terali hari yang membelengguku. Hari-hari itupun berlalu bagaikan hantu dan menghilang bagai awan. Tanpa terasa keinginanku pun telah terkabul, bidadari itupun telah tiba dan bersemayam pada jasadmu kekasih.
Engkau adalah bintang yang bersinar dalam jiwa gelapku, engkau adalah impian dalam gelap malamku dan engkau adalah kenyataan dalam kehidupanku. Engkau berikan sinar gaib di mataku, membisikkan lagu merdu di telingaku, serta engkau dapat menenangkan kegelisahan hatiku selama ini, akupun terseret jauh meninggalkan masa burukku, engkau menuntunku menuju goa yang dipenuhi beribu cahaya cinta dan kehidupan.
Sayang, di siang hari engkau telah menjadi matahariku yang membangkitkan gairah cintaku yang mati terkubur di padang waktu, yang tertikam oleh ketidakpastian dan dibunuh oleh kesengsaraan. Walaupun mungkin ada yang melebihimu aku takkan berpaling padanya karena desah nafasku adalah namamu, engkau begitu berarti untukku dan segalanya bagiku.
Sayang, aku amat sangat begitu menyayangimu mencintaimu dengan begitu tulus namun akupun merasa surat ini masih kurang mampu mengungkapkan dan menampung seluruh isi hati yang tertuju hanya untukmu. Jangan engkau biarkan aku kehilangan dirimu dan jadikan aku penghuni hatimu yang terakhir.

Original created By : Revan aditya

2 komentar:

Unknown mengatakan...

amazinggggggg.....

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.