Sabtu, 06 Februari 2010

RETAKAN HATI YANG TERTELAN BUMI

Pepohonan di padang harapan telah mati ditebang oleh panasnya bumi, musim tak akan pernah lagi menyapanya. Dahaga yang tercipta oleh cahaya nafsu tak akan pernah terpuaskan. Kobaran hati pun terbang bersama debu-debu kehidupan. Dan ingat, kematian bukan jawaban.
Bola-bola cahaya matahari bagai jutaan tombak yang menyambutku dalam kehidupan, kerikil ini pun bagai pecahan kaca yang sengaja di serakan untuk mengoyak kakiku, begitu rasaku saat waktu membawamu pergi.
Dari pori-pori kulit seakan darah ini keluar untuk mendinginkan hatiku dari terpaan matahari. Cahaya matahari mendidihkan hatiku, udara terasa menyekik leherku dan angin pun mencambukku, tak ada lagi keindahan dalam penglihatanku. Aku selalu tenggelam dalam suramnya malam.
Mata-mata malam selalu mengintipku dari jendela-jendela langit, seakan ia ingin mengetahui perasaanku yang kalut ditutupi oleh kabut kesunyian. Orang yang pernah menjadi penghuni hati telah berlalu ditelan bumi. Sayap malaikat telah menarik rohnya ke atas awan putih, dan menyembunyikan jasadnya dibalik dinding kegelapan.

Original created By : Revan aditya

Tidak ada komentar: